Saya membuat game, merilisnya, memastikan bisa dimainkan di ponsel, lalu membagikan tautannya di media sosial.
Saya kira orang akan mulai menemukannya sedikit demi sedikit.
Ternyata tidak sesederhana itu. Membuat game dan membuat game itu mudah ditemukan adalah dua pekerjaan yang hampir berbeda.
Saya sedang mengembangkan ORA Quest, game browser buatan solo. Dari data situs saya sendiri, ada orang yang datang dan bermain, tetapi trafik dari pencarian Google masih sangat kecil.
Sudah online bukan berarti mudah ditemukan
Orang yang sudah mengenal ORA Quest mungkin akan mencari namanya. Namun orang yang belum pernah mendengarnya tentu tidak akan mengetik “ORA Quest”. Mereka lebih mungkin mencari “game RPG browser gratis”, “game indie web”, atau “game singkat di browser”.
Kalau sebuah halaman hanya berbicara dengan nama produknya sendiri, orang baru bisa tidak pernah bertemu dengannya.
Bukan sekadar promosi, tetapi membuat pintu masuk dari pencarian
Saya mulai menulis tentang masalah nyata selama pengembangan. Misalnya, game berjalan di komputer saya tetapi rusak di beberapa ponsel.
Masalah seperti itu relevan bagi banyak pembuat web. Artikel tentangnya bisa ditemukan lewat pencarian seperti “JavaScript jalan di desktop tapi tidak di mobile” atau “web app berjalan lokal tapi gagal di production”.
Pembaca mungkin sama sekali tidak mencari ORA Quest, tetapi bisa mengenalnya setelah menemukan solusi.
Pembuat solo punya senjata yang berbeda
Studio besar bisa membeli iklan, membuat kampanye trailer, dan membayar influencer. Pembuat solo biasanya tidak.
Tapi kita bisa membuka proses pembuatan itu sendiri: bug, keputusan, kegagalan, eksperimen, dan pelajaran.
Setiap tulisan bisa menjadi pintu masuk baru menuju proyek.
Lokalisasi bukan hanya menerjemahkan game
ORA Quest mendukung beberapa bahasa. Namun menyediakan versi bahasa Indonesia tidak otomatis membuat pemain Indonesia menemukannya.
Kata kunci pencarian, gaya judul, dan cara orang memilih game berbeda di tiap pasar. Karena itu yang perlu dilokalkan bukan hanya game, tetapi juga jalan yang membawa orang menuju game.
Media sosial bekerja sekarang, pencarian bisa bekerja nanti
Posting media sosial bisa mendatangkan banyak orang hari ini lalu tenggelam besok. Artikel pencarian bisa sepi pada awalnya, lalu ditemukan seseorang berbulan-bulan kemudian.
Bagi saya, media sosial adalah jalan untuk hari ini. Konten pencarian adalah pintu yang dibangun untuk masa depan.
Mungkin pemasaran harus dimulai sebelum game selesai
Dulu saya berpikir: selesaikan game dulu, baru promosikan. Sekarang saya lebih percaya pada pola: buat, catat, publikasikan, belajar, lalu terus buat.
Ketika game akhirnya selesai, semoga sudah ada banyak jalan yang membawa orang ke sana.

コメント